Sunday, September 22, 2013

IMAM BUKHORI




Di dunia ini tidak banyak manusia yang diberkahi ingatan yang kuat. Salah
satunya ialah Imam Bukhari, ahli hadist terbesar. Ia konon dapat menghafal
sejuta hadits terinci sampai kepada berbagai sumber dan perawi hadist yang
pernah didengarnya. Sahih Bukhari diterima secara umum sebagai himpunan
hadis Nabi yang shahih.

Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail, terkenal kemudian sebagai Imam Bukhari,
lahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M), cucu seorang Persia
bernama Bradzibat.

Tak lama setelah bayi yang baru lahir itu membuka matanya, ia pun kelihatan
penglihatannya. Ayahnya amat bersedih hati. Ibunya yang saleh menangis dan
berdoa kehadapan Tuhan, memohon agar bayinya bisa melihat kembali. Kemudian,
dalam tidurnya perempuan itu bermimpi didatangi Nabi Ibrahim as yang
berkata:  "Bergembiralah, doamu dikabulkan Tuhan". Ketika ia terjaga,
penglihatan bayinya kembali pulih. Ayahnya meninggal dunia waktu ia masih
kanak, lalu ia dibesarkan oleh ibunya yang ternama dan berbudi luhur.

Ia mulai mempelajari hadits pada usia 11 tahun, mengunjungi berbagai kota
suci waktu berumur 16 tahun bersama ibu dan abang sulungnya. Di Mekkah dan
Madinah ia mengikuti kuliah  para guru besar hadits. Usianya baru 18 tahun
ketika ia menulis buku Kazayai Sahaba wa Tabain.

Abangnya yang tertua, Rasyid ibn Ismail menuturkan, pernah Bukhari muda dan
beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak
seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia
dicela membuang waktu dengan percuma karena tidak mencatat. Bukhari  diam
tak   menjawab. Pada suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan yang
terus menerus itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka.
Tercenganglah mereka semua, karena  Bukhari ternyata hapal di luar kepala
15.000 hadist, lengkap terinci dengan keterangan yang tidak sempat mereka
catat.

Kemudian ia pun memulai studi perjalanan dunia Islam selama 16 tahun. Dari
kurun waktu ini 5 tahun digunakannya di Basrah, mengunjungi Mesir, Hejaz,
Kufa, dan Baghdad beberapa kali, dan berkelana mencari ilmu ke seluruh Asia
Barat. Sepanjang perjalanan, ia merawi Hadist dari 80.000 perawi, dan berkat
ingatannya yang kuat ia dapat menghapal hadist sebanyak itu lengkap dengan
sumbernya. Sampai pada suatu saat ia berpeluang menuliskannya.

Ketenaran Bukhari segera mencapai bagian dunia Islam yang jauh, dan kemana
pun ia pergi ia selalu dieluk-elukan. Masyarakat heran dan kagum akan
ingatannya yang luar biasa.

Banyak cendekiawan dan orang saleh di seluruh dunia Islam menjadi  murid
Imam Bukhari. Dalam kelompok ini termasuk Sheikh Abu Zarah, Abu Hatim,
Tarmizi, Muhammad ibn Nasr, Ibn Hazima, dan Imam Muslim.

Imam Durami, guru agama Islam Bukhari, mengakui keluasan wawasan hadist
muridnya ini: "Diantara ciptaan Tuhan pada masanya, Imam Bukhari lah agaknya
yang paling bijaksana".

Imam Bukhari tidak saja mencurahkan seluruh intelegensi dan ingatannya yang
luar  biasa itu pada karya tulisnya yang terpenting, sahih Bukhari, tetapi
juga melaksanakan tugas itu dengan dedikasi dan kesalehan. Ia selalu mandi
dan berdoa sebelum  menulis buku itu. sebagian buku tersebut ditulisnya
disamping makam Nabi di Madinah.

Karya monumentalnya, Al-Jami-al Shahih, lebih terkenal sebagai Shahih
Bukhari, mengukuhkan reputasinya sebagai ahli Hadits Islam terbesar. Kitab
itu diakui sebagai bahan sumber yang paling shahih mengenai sunnah.

Dikatakan bahwa Imam Bukhari dapat menghapal satu juta hadits lengkap dengan
rincian sumber dan perawinya. Guru agamanya, Sheikh Ishaq, ingin agar
seseorang dapat menghimpun Hadits Nabi yang paling shahih dalam sebuah kita.
Imam Bukhari berjanji akan memnuhi hasrat gurunya itu. Sejuta Hadist yang ia
ketahui dari 80.000 perawi ditapisnya menjadi 7.275 hadits. Menurut Ibnu
Hajar, ia memilih 9.082 hadist untuk kitab Sahih Bukhari yang masyhur itu.
Perampungan kitab itu memakan waktu 16 tahun.

Karya besar Imam Bukhari ini disambut oleh ribuan ahli hadist dan
cendekiawan agama sebagai karya Hadist Nabi saw yang terbaik. Lebih dari 53
buku penjelasan, dan sebagiannya terdiri dari 14 jilid, telah ditulis
tentang Sahih Bukhari. Kitab ini dibagi menurut pembagian yang telah
terencana dalam satu skema lengkap. Dalam memilih hadist, ia menunjukkan
kecakapan yang kritis, dan mencoba mencapai kesaksamaan penyuntingan
naskahnya.

Walaupun demikian, ia tidak ragu-ragu menjelaskan isinya pada beberapa
tempat berupa catatan lengkap yang amat berbeda dengan teksnya disertai
penjelasan keadaan lingkungan yang berlaku pada waktu itu.

Imam Bukhari menulis kira-kira 2 lusin buku agama lainnya tentang filosofi
Islam dan sejarah. Tetapi karya terbesarnya ialah Sahih Bukhari, yang
ratusan buku penjelasan dan terjemahannya telah diterbitkan dalam berbagai
bahasa selama lebih dari 1000 tahun. Buku itu dihormati dan diakui sebagai
buku penting dan utama setelah Quran di dunia Islam.

Akhirnya, Imam Bukhari kembali ke tempat lahirnya, Bukhara dan disambut
meriah oleh seluruh penduduk kota kebudayaan itu. Tetapi takdir menentukan
ia tidak lama tinggal di sana. Penguasa Bukhara meminta Imam mengajar Hadist
Nabi untuk ia dan anaknya di istana. Imam menolak permintaan itu lalu pindah
ke Khartanak, sebuah kota dekat Samarkand. Ia wafat pada 30 Ramadhan 256 H
(31 Agustus 1980).

0 comments:

SHARE

Share

GABUNG SIH COY...!!!

Zhellementre Comunity

JEMPOL'e coyy:

SING TAS NILIKI